Taman Mimpiku
Jumat, 16 Maret 2012
2W 2K D1B part 1
Ini hari pertamaku bekerja di perusahaan yang ke dua semenjak aku lulus dari kuliah. Sebuah kantor yang bergerak di bidang perdagangan export textile. Bentuk tempat kerjaku bernuansa semi kantor, banyak ruang-ruang yang tidak terpakai dan sekitarnya pun masih banyak pohon serta genangan-genangan air yang terbentuk seperti rawa.
Di hari pertama ini aku kebagian tugas untuk mengeliligi absen, atau tepatnya lagi, meminta konfirmasi ke para supervisor dari masing-masing department atas ketidakhadiran para staf-stafnya. Tujuannya adalah agar aku lebih cepat mengenal para karyawan dan tempat-tempat untuk masing-masing departmentnya. Apalagi aku adalah orang HRD.
Kantor yang kedua ku ini sangat luas, karena aku bertempat di kantor pusat, bukan bertempat di cabang seperti kantorku dulu.
Setelah berkeliling ke department operasional, finance, IT, dan asset. Sekarang giliranku untuk meminta konfirmasi pada supervisor yang ada di bagian marketing. Ruang marketing terletak di lantai satu. Ruangannya cukup luas, tapi gelap. Entah apa yang membuatnya bisa gelap seperti itu.
Aku berjalan menuju pintu masuk ke ruangan marketing, namun sebelum tepat di depan pintu masuk. Ada ruangan kecil, tapi terlihat cukup rapih dan nyaman. Sepertinya ruangan itu digunakan untuk ruang meeting kecil. Karena di dalamnya aku melihat ada beberapa orang, emmm tepatnya enam, ohh tidak tujuh orang.
Ada wanita muda cantik bertatapan mata tajam, berambut hitam sepangkal leher, berbaju kuning dilapisi blazer hitam dan sedang dalam keadaan hamil. Duduk di sisi kiri proyektor yang digunakan untuk presentasi meeting tersebut.
Aku pun berlalu dari ruang tersebut dan mulai masuk ke ruangan marketing untuk meminta konfirmasi kepada supervisor tentang ketidakhadiran stafnya. Ternyata setelah masuk, ruangannya cukup nyaman dan orang-orangnya juga ramah serta sopan. Aku jadi menaruh rasa hormat pada mereka.
Bagian marketing sudah. Kini aku harus kembali ke lantai dua, untuk meminta konfirmasi di bagian purchasing, karena tadi sempat terlewat olehku. Bagian purchasing ini letaknya sangat tidak biasa, dia terletak di bagian paling pojok sekali dari kantor ini, dan tepat di luar sampingnya terdapat rawa yang masih sangat banyak pepohonan dan rerumputannya.
Aku pun masuk ke ruangannya, ruangan yang sangat dingin. Tapi, tidak dengan para orang-orangnya. Orang-orangnya sangat ramah dan hangat, namun di ruangan itu entah mengapa rasanya aku pernah melihat salah satu dari mereka.
Seorang wanita muda cantik bertatapan mata tajam, berambut hitam sepangkal leher, berbaju kuning dilapisi blazer hitam dan sedang dalam keadaan hamil. Duduk di sudut ruangan sedang menatap keluar jendela, yang diluarnya langsung terhampar pemandangan rawa tersebut.
Aku menatapnya dengan serius, bahkan sampai keluar dari ruangan itu. Aku terus memikirkannya. Mungkin saja orang itu punya saudara kembar. Tapi, mengapa pakaian dan keadaannya yang sedang hamil sangat mirip sekali. Apa itu cuma kebetulan?
Ahh..sudahlah. Jika terus memikirkan hal itu, nanti akan mengganggu konsentrasiku terhadap pekerjaanku, lebih baik lupakan saja.
***********
Dua Minggu sudah berlalu semenjak aku bergabung di perusahaan ini. Aku masih kebagian tugas untuk meminta konfirmasi absen kepada para supervisor atas ketidakhadiran para stafnya, karena di department kami belum mendapatkan karyawan magang yang bisa diberikan tugas tersebut.
Ini hari Senin. Hari yang dibenci oleh sebagian orang, karena di hari inilah segala macam aktivitas dan rutinitas dimulai kembali untuk satu Mingu ke depan. Sedikit berbeda denganku, aku memulai hari ini dengan perasaan dan semangat yang biasa saja, karena memang tidak ada rencana yang istimewa.
Menjelang sore hari aku menyempatkan diri untuk mulai meminta konfirmasi ke para supervisor di masing-masing department. Kali ini hanya ada dua berkas, yang harus ditanda tangani oleh supervisor di derpatment yang bersangkutan sebagai tanda konfirmasi atas ketidakhadiran stafnya. Yaitu marketing dan purchasing.
Lebih baik ke bagian marketing saja dulu, pikirku. Soalnya memang harus ada berkas yang harus ku ambil di sana. Aku pun mulai berjalan menuju ruangan tersebut, ku berjalan menuju pintu masuk ke ruangan marketing, namun sebelum tepat di depan pintu masuk. Aku sempat melewati ruangan meeting kecil. Aku melihat ada beberapa orang yang sedang meeting lagi di dalamnya.
Lalu, seperti beberapa waktu sebelumnya. Lagi-lagi aku melihat ada wanita muda cantik bertatapan mata tajam, berambut hitam sepangkal leher, berbaju kuning dilapisi blazer hitam dan sedang dalam keadaan hamil. Duduk di sisi kiri proyektor yang digunakan untuk presentasi meeting tersebut.
Aku langsung mengalihkan pandangan dari ruangan itu dan menuju ruangan marketing untuk melaksanakan salah satu tugasku.
Setelah selesai dan mengambil berkas penting yang harus ku ambil di sana, kini aku kembali bergegas untuk menuju ruangan purchasing. Aku kembali melewati ruang meeting tadi, dan ku lihat wanita tersebut masih ada di sana.
Setibanya aku di ruangan purchasing, aku segera meminta tanda tangan pada supervisor department tersebut tentang ketidakhadiran stafnya.
Aku terkejut mendapati bahwa ternyata sekali lagi wanita itu sudah ada di ruangan ini. berada di sudut ruangan sedang memandangi komputer yang ada di hadapannya. Kejadian ini sama dengan yang dua Minggu lalu, baju yang dikenakannya juga sama.
Siapa sebenarnya dia?
Ada hal yang membuatku sedikit takut, ternyata komputer yang dihadapannya itu adalah komputer yang dalam keadaan tidak menyala dibandingkan keadaa komputer lain, dan yang lebih membuatku bertambah takut adalah. Bahwa wanita itu hanya berdiam diri saja, dia tidak ikut berbaur dan berkomunikasi dengan yang lainnya. Bahkan karyawan lain menganggapnya seperti tidak ada.
Aku yang dibakar rasa penasaran, berniat untuk memeriksa keganjilan ini. Aku kemudian berjalan keluar dari ruangan itu, untuk memastikan keberadaan wanita itu di ruang meeting yang ada di samping ruang marketing. Aku perlahan memperhatikannya dari luar dibalik tebalnya kaca ruangan tersebut.
Iyya, wanita itu ada. Hal umum yang ku perhatikan adalah berkas yang ada di hadapan masing-masing dari peserta meeting. Karena pada umumnya orang yang meeting itu pasti membawa berkas-berkas yang diperlukannya. Tapi wanita ini, tidak dia tidak membawa apa-apa dan sama pula dengan yang di ruangan purchasing tadi. Dia hanya berdiam diri, dia tidak ikut berbaur dan berkomunikasi dengan yang lainnya. Bahkan karyawan di ruang meeting ini juga menganggapnya seperti tidak ada.
Aku jadi semakin penasaran siapa dia sebenarnya, tanpa sadar langkah kakiku semakin mendekat ke ruang meeting. Namun aku tetap berusaha menjaga jarak dari ruang itu, agar tidak menganggu acara meeting.
Aku menghentikan langkahku dan melihat sekelilingku, menarik nafas, menundukkan kepala dan perlahan aku mulai fokus untuk memperhatikan wanita itu.
Tanpa kusangka wanita tersebut menatap ke arahku sambil mengusap lembut perutnya yang sedang hamil. Dia tersenyum dengan mata melotot ke arahku, kemudian yang membuatku ingin menjerit adalah ketika dia terus melotot ke arahku sambil memutarkan kepalanya 360 derajat ke belakang lalu kembali ke depan.
Astaga apa aku sedang bermpimpi atau tidak??
Sedang berkhayal atau tidak??
Rasanya semuanya seperti tersaji nyata dalam waktu ini.
Langganan:
Komentar (Atom)