Taman Mimpiku

Taman Mimpiku

Rabu, 16 Mei 2012

Ku Bunuh Kau, Sepi

Sudah senja hari lagi...

Menjalani hidup yang membosankan dan akhirnya.. Mati..

Rasanya percuma terbangun di pagi hari, setiap harinya selalu sama saja..
Aku selalu sendiri..

Menyedihkan..

Harus menunggu dan menunggu..berharap masih ada tempat yang layak untuk membuang kesepian ini..
Di saat yang lain pergi bersama dengan semua impian dan cita-citanya..

Aku hanya bisa menatapnya dengan terpaku..dan menundukkan kepala ini, agar keangkuhannya tidak menghinaku..
Tapi mau bagaimana lagi..hanya ini yang bisa kulakukan..

Menunggu..dan menunggu..

Hingga tubuh ini lelah.. Tanpa tahu pasti kapan kesendirian dan kesepian ini akan berakhir.. Aku tidak pernah menyalahkan hidup yang telah menjadikanku seperti ini..tidak pernah menyalahkan kelemahan yang ku punya dan tidak pula membanggakan kehebatanku..

Karena bagiku..

Itu semua saja..tidak sedikitpun ada yang membantuku.. Andai ada yang memiliki hati kecil ini..tanpa kejam meninggalkannya..

Maka akan ku bunuh, sepi..

Dan melepaskan kepergiannya dari sisi ini..

Nyanyian malam..

Janganlah pergi dulu..aku masih membutuhkanmu untuk mengingat dan mengenangnya..

Aku menyesal tidak berkata apapun sebelum dia pergi.. Tidak berkata bahwa dia sempurna..dan tidak berterima kasih padanya jika selama ini dia telah mengindahkan waktu ku..

Sungguh menyakitkan..

Bisa mengenalnya, tapi hanya sekedar mengenalnya..dan tidak bisa memilikinya..

Ku terpaku membayangkan betapa indah saat masih bisa melihatnya.. Kenangan untuknya sangat dalam, bahkan terlalu dalam..

Hingga tidak ada kenangan untuk jiwa yang lain.. Langit dan lautan, maafkan aku menduakan kalian..karena dia memang lebih sempurna..