Taman Mimpiku

Taman Mimpiku
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juni 2011

Syukuri nikmat

Jika kita tidak dapat mensyukuri nikmat dan rizki yang kecil, bagaimana kita bisa mensyukuri nikmat dan rizki yang besar..Maka jangan heran jika kita tidak bisa mendapatkannya..Syukurilah nikmat dan rizki yang kecil, karena itu adalah syarat untuk mendapatkan nikmat dan rizki yang lebih besar..
~Angin Utara~

Kamis, 16 Juni 2011

MUSIBAH ITU TERGANTUNG KITA SENDIRI YANG MENYIKAPINYA

Musibah adalah nama lain dari cobaan, masalah, kesulitan, malapetaka dsb. Namun sebagaimana halnya dosa, musibah juga tidak bisa dihindari manusia dalam kehidupan ini, tapi manusia bisa menyelesaikannya dan jika sadar akan mendapat hikmah dari musibah tersebut, beberapa musibah dari ALLAH bisa berupa :

1. Cobaan
Berfungsi untuk menguji keimanan seseorang.
2. Pensucian
Untuk mensucikan diri seseorang dari segala dosa kecil, jadi jikalau ia telah pulang kepada ALLAH ia sudah bebas memilih pintu surga mana yang ia ingin masuki.
3. Peringatan
Untuk mengingatkan seseorang agar kembali ke jalan-NYA.

Di dalam kehidupan ini salah satu cara membangun yang paling tepat untuk mengatasi musibah adalah dengan cara bersabar dalam riwayat beberapa tokoh pernah berkata :

“Orang yang sabar adalah orang yang kehilangan sesuatu, tetapi seperti mendapatkan sesuatu yang lain dari ALLAH”.

“Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.” ~ Sayidina Umar bin Khattab

“Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati; satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar.” Khalil Gibran

“Manusia paling baik adalah orang yang dermawan dan bersyukur dalam kelapangan, yang mendahulukan orang lain, bersabar dalam kesulitan.” ~Tokoh~

Sesungguhnya ALLAH sangat mencintai dan menyayangi makhluk-makhluknya, layaknya Baginda Nabi Muhammad s.a.w yang sayang dan peduli terhadap ummatnya sampai akhir zaman, dan Nabi Muhammad juga pernah berkata : Ingatlah Tuhan dalam kemakmuran, dan Dia akan mengingat Anda dalam kesulitan”. Karena ALLAH tidak akan meninggalkan kita sendirian dan tidak pula membenci kita, ALLAH yang menunjukkan jalan di saat kita tersesat serta dalam keadaan bingung, dan di saat ALLAH mendapatimu dalam keadaan miskin lalu ALLAH mencukupimu.

Semua musibah tinggal kita sendirilah yang menyikapinya, ikhlaskan segalanya dan jalani semua yang ada di Dunia. ALLAH pasti berikan kita semua keindahan dengan anugerahnya, untuk itu yakinkan diri kita pasti bisa untuk hadapi “hitam” Dunia, dengan menjaga semua yang ada pada hidup kita saat ini untuk kehidupan kita nanti.

Hati-Hati, Kafir...

Manusia bisa menjadi kafir melalui :
1. Perbuatan
2. Kata-kata
3. I’tikhat

Untuk perbuatan kita sudah relative mengetahui hal apa saja yang dapat membuat kita menjadi kafir, karena hal itu bisa dapat terang-terangan dan jelasa kita rasakan.Tapi untuk kata-kata kita tanpa sadar seringkali melakukannya, seperti kata-kata :

“ Sialan..hujan lagi!!!???

Dengan kata-kata seperti itu tanpa sadar kita telah manjadi kafir, karena kita telah menghina ciptaan ALLAH, telah mencaci perbuatan ALLAH, telah menyimpulkan bahwa perbuatan ALLAH adalah salah. Selain kata-kata di atas ada juga kata-kata seperti :

“Anggota keluarga dari para Nabi juga ada yang kafir dan ga’ benar, seperti putra Nabi Nuh as, Istri Nabi Luth, dan Paman Nabi Muhammad s.a.w, berarti para Nabi juga ga’ benar yaa mendidik anggota keluarganya”.

Ini jelas salah, para Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan ALLAH dan para pilihan ALLAH pastinya adalah manusia-manusia istimewa yang sudah diciptkan sedemikian rupa untuk menuntun manusia ke jalan yang benar, dan jika memang ada manusia bahkan anggota keluarga para Nabi dan Rasul yang menempuh jalan menyimpang itu adalah pilihan meraka. Karena manusia bertanggung jawab atas dirinya masing-masing, sekuat dan sehebat apapun orang yang disampingnya untuk menemani dan memberitahukan pilihan tetap ada pada manusia itu.

Cara menghapus dosa kafir kata-kata seperti di atas adalah dengan melaksanakan Shalat 5 waktu. Sebenarnya setiap harinya kita tanpa sadar telah menjadi kafir. Tapi, karena Shalat 5 waktu tanpa sadar pula kita menjadi beriman kembali.

Minggu, 12 Juni 2011

Bulan Rajab

Bulan Rajab adalah salah satu Bulan istimewa yang diciptakan ALLAH SWT untuk manusia selain Bulan Sya’ban dan tentunya Bulan Ramdhan, pada kesempatan ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang beberapa keistimewaan pada Bulan Rajab seperti yang disabdakan oleh Baginda Nabi Muhammad s.a.w :
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda

“Bahwasanya Rajab itu Bulan ALLAH, Sya’ban bagiku dan Ramadhan bagi ummatku”.
“Siapa menyambut kehadiran malam pertama Bulan Rajab, dengan aktifitas keagamaan, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, shalawat dan lain-lain. Maka ia berjiwa hidup sekalipun umumnya manusia mati hatinya, dan ALLAH mencurahkan kebaikan dari (pikiran) bawah kepalanya. Ia bersih dari dosa seperti baru lahir dari kandungan Ibunya, dan ia diizinkan mensyafa’ati 70.000 ahli berdosa yang seharusnya di neraka. (Demikian dikutip dari kitab Lubil Albab, karya Maula Tajul ‘Arifin/A’rajiyah)”.

Selain itu dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad s.a.w bersabda
“Siapa shalat sunnah di malam Bulan Rajab sesudah shalat Maghrib setiap rakaat setelah membaca Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas (demikian sampai 20 rakaat dibuat dalam 10x salam). Maka dipeliharakan dirinya, keluarga dan mereka yang jadi tanggung jawabnya dari malapetaka Dunia dan siksa Akhirat”.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda
“Camkanlah, bahwasanya Rajab adalah syahrullah yang pekak, siapa puasa 1 hari pada bulan itu penuh keyakinan dan keikhlasan, maka dapat dipastikan keridhaan ALLAH yang besar padanya. Dan siapa puasa 2 hari, maka seluruh masyarakat Langit dan Bumi tidak sanggup mensifati besarnya kharamah ALLAH yang diberikan kepadanya. Dan siapa puasa 3 hari, maka ia diselamatkan dari malapetaka di Dunia dan siksa Akhirat, juga terbebas dari penyakit gila, kusta dan sejenisnya, serta dari ancaman dajjal. Siapa puasa 7 hari, maka tertutuplah baginya 7 pintu neraka jahannam, siapa puasa 8 hari, maka terbukalah baginya 8 pintu surga, siapa puasa 10 hari, maka segala permohonannya dikabulkan oleh ALLAH SWT. Dan siapa puasa setengah bulan , maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu, dan amal jahatnya diganti dengan amal baik, dan siapa menambah puasanya maka ALLAH juga menambah pahalanya”.

Selain sabda Nabi Muhammad s.a.w di atas ada lagi sabda lain yang membuat kita merasa tenang hidup dalam beragama Islam
“Di malam Isra Mi’raj aku melihat sebuah bengawan, airnya manis melebihi madu, sejuk melebihi es, harum melebihi kasturi. Lalu kutanyakan kepada Jibril, dan ia menjawab : “Bengawan itu disediakan bagi orang yang bershalawat kepadamu di Bulan Rajab”.

Muqatil ra. Berkata : “Bahwasanya di balik bukit Kof itu ada tanah putih, debunya seperti perak, seluas 7x alam Dunia dipenuhi jamaah malaikat, seandainya ada sebatang jarum terjatuh, pasti mengenai mereka. Setiapnya berbendera “LAAILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASUULULLAAH”. Mereka berhimpun setiap malam Jum’at Bulan Rajab disekeliling bukit Kof, mereka merendah memohon maaf bagi ummat Muhammad s.a.w, berikut adalah arti dari do’a mereka: “Yaa Tuhan, kasihanilah ummat Muhammad dan janganlah mereka tersiksa”.
Dan mereka (para malaikat) beristighfar, menunduk pada ALLAH hingga Shubuh . Maka ALLAH berfirman : “Hai para malaikat-KU, demi Kemuliaan dan Keluhuran-KU, AKU telah mengampuni mereka”.

Kata Rajab terdiri dari 3 huruf, RA-K, JIM dan BA-K, masing-masing berarti: “RAHMATULLAH, JARMIL ‘ABDI dan BIRRULLAAHI TA’AALAA, yang seolah-olah dikatakan: “Hai hamba-KU. Kujadikan dosa-dosa dan kebaikanmu diliput dengan rahmat-KU, maka tiada tetap dosa-dosamu berkat kemuliaan Bulan Rajab”.
Dikatakan pula bahwa setelah Rajab habis (hitungan bulannya), maka ia naik ke Langit, lalu ALLAH SWT berfirman : “Hai Bulan-KU, apakah mereka mencintai dan memuliakanmu? Maka diamlah Rajab, hingga ditanya dua tiga kali, kemudian jawabnya : “Yaa Tuhan, Engkaulah Yang Maha Pandai merahasiakan segala cacat dan cela, dan Engkau pula yang menyuruh makhluk-MU supaya merahasiakan pada orang lain, itulah sebabnya Rasul-MU menyebutku “pekak”, aku semata hanya mendengar kebaktian mereka, kekuatan dan kebaikan mereka, lain tidak. Selanjutnya ALLAH berfirman : “Engkaulah Bulan-KU yang pandai menyimpan cacat, dan pekak, hamba-hamba-KU yang ber’aib, Aku terima mereka berikut ‘aib/cacatnya berkat kehormatanmu seperti halnya Aku terima kamu berikut ‘aib/cacatmu. Aku mengampuni mereka sebab menyesali dosa mereka 1x dalam Bulan Rajab, dan dalam Bulan itu pula Aku tiada mencatat kemaksiatan mereka”. (Misykatul Anwar)

Yaa, seperti itulah sebagian besar keistimewaan Bulan Rajab, betapa indahnya bukan hidup dalam beragama. Asal kita mau berusaha untuk menjalani kehidupan ini di jalan yang benar kita akan selamat di Dunia dan Akhirat. Seorang penulis Charles R Swindoll pernah menyatakan : "Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Kita tak bisa mengubah sesuatu yang tak bisa dihindari. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah berpegang pada tali yang kita punya. Dan itu adalah perilaku yang benar."

Referensi
Ramadlan, A. BA. (1987). Tarjamah duratun nasishin. Surabaya : Mahkota