Taman Mimpiku

Taman Mimpiku

Minggu, 12 Juni 2011

Bulan Rajab

Bulan Rajab adalah salah satu Bulan istimewa yang diciptakan ALLAH SWT untuk manusia selain Bulan Sya’ban dan tentunya Bulan Ramdhan, pada kesempatan ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang beberapa keistimewaan pada Bulan Rajab seperti yang disabdakan oleh Baginda Nabi Muhammad s.a.w :
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda

“Bahwasanya Rajab itu Bulan ALLAH, Sya’ban bagiku dan Ramadhan bagi ummatku”.
“Siapa menyambut kehadiran malam pertama Bulan Rajab, dengan aktifitas keagamaan, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, shalawat dan lain-lain. Maka ia berjiwa hidup sekalipun umumnya manusia mati hatinya, dan ALLAH mencurahkan kebaikan dari (pikiran) bawah kepalanya. Ia bersih dari dosa seperti baru lahir dari kandungan Ibunya, dan ia diizinkan mensyafa’ati 70.000 ahli berdosa yang seharusnya di neraka. (Demikian dikutip dari kitab Lubil Albab, karya Maula Tajul ‘Arifin/A’rajiyah)”.

Selain itu dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad s.a.w bersabda
“Siapa shalat sunnah di malam Bulan Rajab sesudah shalat Maghrib setiap rakaat setelah membaca Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas (demikian sampai 20 rakaat dibuat dalam 10x salam). Maka dipeliharakan dirinya, keluarga dan mereka yang jadi tanggung jawabnya dari malapetaka Dunia dan siksa Akhirat”.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda
“Camkanlah, bahwasanya Rajab adalah syahrullah yang pekak, siapa puasa 1 hari pada bulan itu penuh keyakinan dan keikhlasan, maka dapat dipastikan keridhaan ALLAH yang besar padanya. Dan siapa puasa 2 hari, maka seluruh masyarakat Langit dan Bumi tidak sanggup mensifati besarnya kharamah ALLAH yang diberikan kepadanya. Dan siapa puasa 3 hari, maka ia diselamatkan dari malapetaka di Dunia dan siksa Akhirat, juga terbebas dari penyakit gila, kusta dan sejenisnya, serta dari ancaman dajjal. Siapa puasa 7 hari, maka tertutuplah baginya 7 pintu neraka jahannam, siapa puasa 8 hari, maka terbukalah baginya 8 pintu surga, siapa puasa 10 hari, maka segala permohonannya dikabulkan oleh ALLAH SWT. Dan siapa puasa setengah bulan , maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu, dan amal jahatnya diganti dengan amal baik, dan siapa menambah puasanya maka ALLAH juga menambah pahalanya”.

Selain sabda Nabi Muhammad s.a.w di atas ada lagi sabda lain yang membuat kita merasa tenang hidup dalam beragama Islam
“Di malam Isra Mi’raj aku melihat sebuah bengawan, airnya manis melebihi madu, sejuk melebihi es, harum melebihi kasturi. Lalu kutanyakan kepada Jibril, dan ia menjawab : “Bengawan itu disediakan bagi orang yang bershalawat kepadamu di Bulan Rajab”.

Muqatil ra. Berkata : “Bahwasanya di balik bukit Kof itu ada tanah putih, debunya seperti perak, seluas 7x alam Dunia dipenuhi jamaah malaikat, seandainya ada sebatang jarum terjatuh, pasti mengenai mereka. Setiapnya berbendera “LAAILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASUULULLAAH”. Mereka berhimpun setiap malam Jum’at Bulan Rajab disekeliling bukit Kof, mereka merendah memohon maaf bagi ummat Muhammad s.a.w, berikut adalah arti dari do’a mereka: “Yaa Tuhan, kasihanilah ummat Muhammad dan janganlah mereka tersiksa”.
Dan mereka (para malaikat) beristighfar, menunduk pada ALLAH hingga Shubuh . Maka ALLAH berfirman : “Hai para malaikat-KU, demi Kemuliaan dan Keluhuran-KU, AKU telah mengampuni mereka”.

Kata Rajab terdiri dari 3 huruf, RA-K, JIM dan BA-K, masing-masing berarti: “RAHMATULLAH, JARMIL ‘ABDI dan BIRRULLAAHI TA’AALAA, yang seolah-olah dikatakan: “Hai hamba-KU. Kujadikan dosa-dosa dan kebaikanmu diliput dengan rahmat-KU, maka tiada tetap dosa-dosamu berkat kemuliaan Bulan Rajab”.
Dikatakan pula bahwa setelah Rajab habis (hitungan bulannya), maka ia naik ke Langit, lalu ALLAH SWT berfirman : “Hai Bulan-KU, apakah mereka mencintai dan memuliakanmu? Maka diamlah Rajab, hingga ditanya dua tiga kali, kemudian jawabnya : “Yaa Tuhan, Engkaulah Yang Maha Pandai merahasiakan segala cacat dan cela, dan Engkau pula yang menyuruh makhluk-MU supaya merahasiakan pada orang lain, itulah sebabnya Rasul-MU menyebutku “pekak”, aku semata hanya mendengar kebaktian mereka, kekuatan dan kebaikan mereka, lain tidak. Selanjutnya ALLAH berfirman : “Engkaulah Bulan-KU yang pandai menyimpan cacat, dan pekak, hamba-hamba-KU yang ber’aib, Aku terima mereka berikut ‘aib/cacatnya berkat kehormatanmu seperti halnya Aku terima kamu berikut ‘aib/cacatmu. Aku mengampuni mereka sebab menyesali dosa mereka 1x dalam Bulan Rajab, dan dalam Bulan itu pula Aku tiada mencatat kemaksiatan mereka”. (Misykatul Anwar)

Yaa, seperti itulah sebagian besar keistimewaan Bulan Rajab, betapa indahnya bukan hidup dalam beragama. Asal kita mau berusaha untuk menjalani kehidupan ini di jalan yang benar kita akan selamat di Dunia dan Akhirat. Seorang penulis Charles R Swindoll pernah menyatakan : "Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Kita tak bisa mengubah sesuatu yang tak bisa dihindari. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah berpegang pada tali yang kita punya. Dan itu adalah perilaku yang benar."

Referensi
Ramadlan, A. BA. (1987). Tarjamah duratun nasishin. Surabaya : Mahkota

Tidak ada komentar:

Posting Komentar